Cara Menghitung Keperluan Semen, Pasir dan Kerikil Dalam Pengecoran Beton

Menghitung Keperluan semen, pasir, dan kerikil — Hi Sahabat Property, mungkin kalian ingin mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan atau Menghitung Keperluan semen, pasir, dan kerikil ketika sedang membuat perencanaan pengecoran Beton.

Sebelum mengejakannya,

Kamu harus terlebih dahulu paham dan mengetahui secara lebih detail tentang kebutuhan bahan yang akan kalian gunakan. 

Jangan sampai, apa yang kalian kerjakan ini tanpa perhitungan dan perencanaan yang jelas.

Tentu ini akan membuat kalian kelabakan!

So, pada pembahasan artikel kali ini kita akan mencoba menguraikan bagaimana cara Menghitung Keperluan semen, pasir, dan kerikil dalam pengerjaan pengecoran beton, simak selangkapnya dalam artikel ini.

Menghitung Volume Beton

Nah,

Hal yang paling pertama yang ‘wajib’ kamu lakukan adalah menghitung volume beton yang akan kalian cor tersebut.

Dengan menghitung menghitung volume beton ini maka kamu akan bisa membuat perkiaraan kebutuhan material dari pengecoran beton ini.
Oke! 

Kita contohkan saha bahwa ketahui volume betonnya adalah 30 m3. 
Nah, selanjutnya menghitung kebutuhan bahan atau material untuk pekerjaan tersebut.

Kita dapat memperhitungkan kebutuhan bahannya dengan menggunakan komposisi dari masing masing material yang telah ditentukan sesuai dengan standar SNI yang ada. 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh cara perhitungannya

Menghitung Keperluan semen, pasir, dan kerikil

Jadi, berdasarkan SNI untuk membuat satu kubik (1 m3) beton dengan mutu K-125 (9,8 Mpa) maka diperlukan bahan material semen sebanyak 276 Kg, pasir beton 828 Kg, dan kerikil/ batu split sebanyak 1012 Kg. 

Dengan demikian,

Maka untuk mengetahui jumlah keseluaruhan akan kebutuhan materaial atau bahan untuk pengecoran beton tersebut, jumlah volume beton harus dikalikan dengan koefisien bahan sesuai dengan yang telah kami sebutkan diatas.

  1. Kebutuhan bahan = volume beton x koefisien bahan
    Maka,
  2. Kebutuhan semen = 30 x 276 = 8.280 kg
  3. Kebutuhan pasir = 30 x 828 =  24.840 kg
  4. Kebutuhan kerikil/ batu split = 30 x 1012 =  30.360 kg

Dari perhitungan tersebut, 

Maka dapat diperkirakan atau diketahui berapa jumlah material yang menjadi kebutuhan semen yaitu 8.280 kg atau 165,6 zak (1 zak isi 50 kg).

Sedangkan,

Dalam perhitungan untuk kebutuhan pasir dan kerikil jika anda ingin mengetahuinya dalam satuan kubik (m3) maka anda perlu mengkonversikannya dengan cara membagi total kebutuhan bahan tersebut dengan berat jenisnya masing-masing. 

Berat jenis pasir adalah 1400 kg/m3. sedangkan untuk kerikil/koral/split adalah 1350 kg/m3. maka:

  1. Kebutuhan pasir = 24.840/1400 = 17,74 m3
  2. Kebutuhan kerikil/ batu split = 30.360/1350 = 22.49 m3

Sangat mudah, bukan?

Kemudian bagaimana jika kita ingin menghitung volume bahan untuk pekerjaan beton dengan mutu beton yang berbeda? misalnya beton mutu K-100, K-250, K-300, atau bahkan untuk beton mutu lainnya?

Caranya adalah hampir sama dengan diatas. 

Namun anda perlu menyesuaikan koefisien bahan sesuai dengan mutunya untuk mempermudah anda. 

Untuk hasil perhitungan bahan yang lebih baik, anda dapat menggunakan koefisien bahan yang didapat dari JMF atau job mix formula.

Mengingat sifat dan karakter bahan dari setiap daerah atau sumber bahan cenderung berbeda-beda.

Leave a Comment